[ad]
Baru membaca bagian pertama novel "Dalam Mirhab Cinta" karya Habiburrahman El Shirazy, kita sudah dibawa langsung pada "emosi" dari cerita. Diceritakan seorang wanita bernama Zahrana, dia adalah wanita yang sukses di karir dan pendidikan yang sudah menyelesaikan sampai tingkat Master. Namun dibalik semua itu ada kesedihan yang mendalam yang tersimpan. Apakah itu? bukan karena sekarang dia menjadi "perawan tua", tapi ada penyesalan yang kadang menyalahkan diri kenapa tidak menikah sejak kuliah S1 ketika teman kuliahnya bernama Gugun mangajak menikah. Dimana dia memandang remeh Gugun yang dimatanya seorang yang tidak cerdas dan kerdil tapi sekarang sudah menjadi pengusaha sukses.
Begitu juga memandang remeh ketika temennya bernama Yuyun menawarkan kakaknya yang buka kios pakaian, sekarang sudah punya toko pakaian dan sepatu.
Ada paragraf dari novel yang menarik
"Dulu banyak mutiara yang datang kepadanya ia tolak tanpa pertimbangan. Dan kini mutiara itu tidak lagi datang. Kalau pun ada seolah-olah sudah tidak lagi tersedia untuknya. Hanya bebatuan dan sampah yang kini banyak datang dan membuatnya menderita batin yang cukup dalam"
Dari sepenggal cerita di atas, saya tidak mau membawa Anda ke "nasib" Zahrana, tapi saya ingin membawa Anda untuk melihat sisi lain dari isi paragraf di atas, bahwa Zahrana merasa menyesal telah membiarkan dan menolak ketika "mutiara" menghampirinya. Pertanyaan saya adalah apakah kita sudah atau tanpa sadar merasakan bahwa kita adalah "mutiara" dimana saat orang lain membiarkan, meremehkan, acuh, atau bahkan menghina kehadiran kita, dan dikemudian hari mereka menyesalinya???? Tentunya bukan hanya soal perjodohan saja, tapi hal – hal lain seperti pekerjaan, karier, kegiatan sosial, atau hal lain.
Apakah sekarang kita sudah berani mengatakan "Aku adalah Mutiara"??? Ataukah ragu akan kemampuan kita untuk berani mengatakan itu??? terus gimana ya supaya jadi "mutiara"??? wah sepertinya berat menjawabnya.
Seberat itukah??? Kalau kita merujuk perkataan Bapak Mario Teguh sang Motivator "Salam Super" bahwa untuk menjadi pribadi yang "Super" syaratnya adalah jujur, belajar dari orang sukses, rendah hati, dan apalagi ya?? Anda mau menambahkan???.
Sudahkah kita menjadi pribadi yang jujur, tidak malu belajar dari orang lain, dan sikap rendah hati agar menjadi pribadi "Super" sehingga berani mengatakan "Aku adalah Mutiara".
Apakah Anda berani mengatakannya???









































Biarlah seribu orang mengatakan saya tidak berarti, sebab mereka memang tidak tahu bahwa saya sebenarnya sangat berarti. Lagi pula saya tidak membutuhkan penilaian orang lain bagaimana saya, mungkin hanya sayalah yang tahu bahwa saya sangat berarti…