Aku Cinta Batik, tidak mudah mengatakannya, karena memang perlu usaha. Setiap kali mendengar kata batik pasti yang terbayang adalah mau kondangan. Kalau sekarang setiap kali mendengar kata batik, pasti terbayang hari Jum’at dan pegawai negri. Memang perlu usaha yang keras untuk itu.
Setiap kali mendengar kali mendengar kata batik, pasti juga terbayang pulang kampung di Cirebon. Dulu waktu kecil kebetulan tetangga saya dalah pembuat batik, dan juga yang tebayang adalah ibu-ibu lagi milih kain batik, batik parang rusak, batik mega mendung, dan jenis batik lainnya.
Serang banyak sekali inovasi tentang batik, duh bangga juga. Kebetulan bulan kemaren pulang ke Cirebon dan sudah banyak perubahan, ternyata memang butuh waktu untuk menyadarinya. Sepanjang jalan menuju trusmi sebagai sentra batik daerah Cirebon telah banyak berderet toko-toko batik, yang dulu tidak ada, yang dulu hanay bentuk pabrik, yang dulu hanya sebagai kerajinan rumah tangga, kini telah berubah menjadi sentra bisnis.
Namun yang menyedihkan adalah bahwa pengrajinnya atau pegawainya adalah bukan asli orang Cirebon. Kebanyakan pegawainya didatangkan dari Solo atau Yogya. Apakah orang Cirebon sendiri tidak ada yang bisa membatik? ternyata jawabannya bukan itu. Sebenarnya sudah ada pelatihan membatik untuk orang cirebon sendiri, tapi ternyata orang Cirebon lebih suka bekerja di pabrik. Kebetulan di Cirebon juga banyak usaha yang lainnya seperti rotan dan makanan kecil, karena memang membatik selain perlu keahlian perlu juga kesabaran. Itu mungkin yang tidak ada pada orang Cirebon.
Namun walau begitu kini bisa berani katakan aku cinta batik , Aku Cinta Batik , AKU CINTA BATIK.
Bagaimana Dengan Anda??









































Aku berani berteriak dengan lantang… “AKU CINTA BATIK !!!”
aku juga cinta batik……
jangan tanya..! kalu aku itu…
Aku Cinta Batik
Jangan dul berbanga. Sebab ang pertama adalah berdirinya senra penjualan batik ternyata didominasi oleh produk batik pekalongan. Yang kedua banyak diproduksi kain yang brmotif batik. Yang ketiga pekerja batik dari pekalongan mau dibayar murah, lalu…. kita menjadi miskin tentang batik. Mana pakar batik Cirebon? Setiap kali mau meneliti selalu dcurigai sebagai pesaing produksi. Ketika hasil peneliian diungkap rame-rame berkomentar. ha!
Terima kasih atas pendapatnya, saya sebagai orang cirebon hanya mencoba untuk ikut juga apresiasi batik cirebon, tapi tentunya setiap daerah punya kebanggaan masing2 tentang batiknya. Bagaimana jika kita semua mengapreasiasi batik sebagai kebanggan Indonesia dari ragam semua batik
kita harus bangga akan Budaya Indonesia, kesenian, tradisi yang sangat beragam dan tinggi nilainya……dan itu dihargai oleh seberapa besar penghargaan Bangsan itu sendiri. aku bangga mengatakan……..Saya Cinta Batik…..